pasar uang di beberapa negara

Kebijaka pasar uang di beberapa negera oleh bank sentral.
1. European Central Bank (ECB)
Di dalam melaksanakan kebijakan moneter dengan sasaran stabilitas
harga (price stability), ECB mengendalikan likuiditas di pasar uang
serta mengontrol perkembangan tingkat suku bunga jangka pendek
pasar uang (Vitor Gaspar and Gabreil Perez-Qiros, 2001). European
Central Bank menggunakan target corridor atau band overnight rates.
Untuk melaksanakan kebijakan moneter, piranti moneter utama yang
digunakan ECB adalah operasi pasar terbuka (OPT), standing facilities,
dan reserve requirements (Hartman, Manna dan Manzanares, 2001).
2. Amerika Serikat (Federal Reserve)
Dalam melaksanakan kebijakan moneternya, Amerika Serikat juga
menggunakan tingkat suku bunga pasar uang sebagai target operasional dan sinyal kebijakan (policy rate). Federal Reserve
menggunakan federal funds rate (ekuivalen dengan suku bunga
PUAB-overnight rate) sebagi target untuk mempengaruhi suku bunga
jangka menengah dan panjang yang akan berdampak kepada sasaran
akhir kebijakan moneter mereka, yaitu stabilitas harga, pertumbuhan
ekonomi, dan penyerapan tenaga kerja .
3. Inggris (Bank of England)
Didalam menentukan kebijakan moneter, Bank of England melakukan
pertemuan bulanan yang dinamakan Monetary Policy Committe
(MPC). Pertemuan MPC akan menentukan arah operasi pasar terbuka
dengan menetapkan tingkat repo rate (fix tender) yang jatuh tempo
dua minggu sebagai policy rate. Selain untuk menentukan OPT, MPC
juga tertarik untuk mengetahui ekspektasi pelaku pasar uang
terhadap tingkat suku bunga masa datang. Dengan mengetahui
ekspektasi pelaku pasar, MPC akan lebih mudah mengambil keputusan
yang tepat melalui OPT mengenai arah kebijakan moneter yang harus
diambil.



Sumber. :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_valuta_asing

Komentar